Suatu hari ketika sedang menjemur pakaian yang habis ku cuci, aku melihat pohon jeruk yang daunnya mulai berlubang-lubang.
selang beberapa hari, daun jeruk makin banyak yang habis. ku coba untuk mengamati siapakah yang hobi memakan daun jeruk ini, semut kah, serangga kah? ternyata dua ekor ulat pohon yang berwarna merah kecoklatan yang menghabiskan daun-daun jeruk ini.
bentuk kedua ulat ini mirip sekali dengan ulat yang ada di iklan teh kemasan botol yang dibuat animasi di iklannya.
pada saat itu tidak terpikir olehku untuk mengambil foto ulat tersebut.
beberapa hari setiap menjemur pakaian, ku amati ulat, yang memakan daun itu mulai membentuk kepompong. Hingga suatu ketika jadwalku untuk pulang ke rumah di Jogja tiba, dalam hati aku berpikir, semoga masih bisa bertemu dengan kepompong ini ketika menetas.
hampir dua minggu berselang, ketika aku kembali ke kos, dan menjemur pakaian lagi, aku baru menyadari bahwa kepompong telah menetas. dan tampak seekor kupu-kupu yang sedang beradaptasi dengan dunia barunya. Perlahan-lahan ia mengembangkan sayapnya, menjulurkan mulut penghisap madunya yang masih tergulung.
aku tak ingin menyia-nyiakan momen langka ini, melihat kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya. Segera ku ambil kamera dan mengabadikannya.
Apakah mungkin kepompong ini sengaja menungguku pulang untuk menetas dan melahirkan seekor kupu-kupu? Sebuah khayalan yang muncul atas kebetulan ini.
itulah sedikit pengalamanku menyaksikan teman kecil yang sedang mengalami metamorfosis. dari Ulat, kemudian menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu.
Sebuah kiasan yang dapat dipelajari, kita harus belajar dari seekor ulat dari kisah hidupnya. ketika menjadi ulat bisa dikatakan banyak sekali yang ia makan. Sampai akhirnya dia berhenti makan dan bertapa, menjadi sebuah kepompong. Perjalanan menjadi kepompong tidaklah mudah, banyak gangguan dan cobaan selama menjadi kepompong, tidak makan, tidak bergerak, tidak dapat menghindar dari gangguan binatang lain ataupun gangguan alam. bahkan jika masa kepompong ini gagal, kehidupan ulat berakhir lebih cepat.
Namun segalanya berubah setelah kepompong menjadi kupu-kupu, dari pemakan daun kini ia berubah menjadi penghisap madu. Dari puasanya, ia dapat memetik manisnya hidup. Berubah bentuk dari seekor ulat menjadi kupu-kupu yang cantik.
Selamat menempuh hidup baru untuk teman kecil kupu-kupu...
Terjemahkan dalam bahasa asing
Tampilkan postingan dengan label Pringwulung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pringwulung. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 September 2014
Sabtu, 17 November 2012
Wisata Kuliner Kampung Pringwulung
Okey, kali ini penulis ingin sedikit mereview
salah satu tempat makan baru yang ada di Jogja,(baru banget menurut penulis
karena baru tau beberapa hari yang lalu dan baru kesampean tadi malem buat
ngecek TKP), hehehe…
Sama seperti judul di atas, namanya Wisata Kuliner
Kampung Pringwulung. Ini adalah suatu lokasi dimana terdapat area yang isi nya
kuli-kuli, eh,,, salah,,, kuliner-kuliner maksud penulis. Serem amat sih isi nya
kuli-kuli… (-__-)“ .
Lokasinya berada di daerah Jogja Utara, tepatnya di daerah Pringwulung,
Utaranya Jalan Adi Sucipto (Jalan Solo, Museum Afandi), Selatannya Selokan
Mataram.
Menurut penilis nih ya,,, Sekali lagi menurut
penulis, bukan orang lain… #plaaak…
Jadi penulis mohon maaf apabila ada yang
kurang berkenan, semoga bisa jadi kritik atau masukan yang membangun.
- Untuk makanan yang ada disini, dari 1-10, nilai nya 6 lah.
Makanannya cukup bervariasi. Bisa pilih menu
steak, sosis, bakar-bakaran, penyetan, makanan tradisonal, dll. Tapi dari segi
rasa masih biasa-biasa saja. Penulis belum menemukan makanan yang menarik.
- Untuk segi harga, dari 1-10, rate harga nya 5 lah
Kalo yang ini menurut penulis harga nya lumayan
mahal, tidak cocok untuk kantong mahasiswa, (kecuali mahasiswa usahawan, sama
mahasiswa anak orang kaya, hihihihi…) Mau gimana lagi, masa teh panas secangkir
aja 7ribu. Mungkin kalo di Jakarta atau Kota lain harga segitu masih murah,
tapi ini di Jogja, di beberapa resto lain aja berkisar 3-5ribu…
Trus kalo makanan, untuk harga segitu cukup mahal,
karena kurang sebanding dari segi rasa.
- Yang terakhir, dari segi tempat, dari 1-10, nilai nya 9,5
Yah, dari dua penilaian di atas tadi bakalan kalah
sama yang satu ini. Tempat nya bener-bener bagus. Top markotop. Susah buat
diungkapkan dengan kata-kata. Kalo penasaran dating aja sendiri ke tempat ini.
(bukan promosi tempat lho…)
Apalagi kalo malem(recomended), suasana nya romantis banget… Ada Kolam juga di bagian tengah nya. Bahkan ada juga salah satu cafe yang mejanya ada di tengah kolam. (ga bakal tenggelam, soalnya ada pondasi nya. hehehe...).
Bener-bener bersih dan nyaman untuk nongkrong atau jalan sama doi… Apalagi Lokasinya yang masih baru dan belum ramai pengunjung…
Bener-bener bersih dan nyaman untuk nongkrong atau jalan sama doi… Apalagi Lokasinya yang masih baru dan belum ramai pengunjung…
Tempat ini sangat cocok buat kalian yang lagi
PDKT, mau nembak atau bahkan yang mau melamar pasangannya…
Sayang sekali pas penulis kesini ga bawa kamera…
Jadi belum bisa share gambar nya…. Dateng kesini aja deh, pasti nggak bakal kecewa….
Oke, mungkin ini dulu review yang bisa penulis
sampaikan, semoga bermanfaat.
Buat kalian yang pengen ke tempat ini, ada 2 rute
yang bisa dipilih, soalnya lokasinya kurang strategis karena berada di
tengah-tengah pemukiman warga.
- Ø Yang Pertama Rute dari arah Perempatan Concat.
- Dari perempatan Concat ke selatan
ke arah jembatan merah,
belok kiri (timur) arah STBA LIA,
ikutin aja jalan itu sampe nemu selokan mataram.
- Nah, sampe di selokan akan nemu
perempatan, lurus aja(ke selatan) masih ngikuti jalan yang terakhir. Ini udah
masuk ke komplek perumahan, nggak tau juga deh ini perumahan apa, (pokoknya
mirip perumahan lah).
- Terus aja ikutin jalan sampe nemu
tikungan belok kiri (ke timur),
- Sebelum sampe jembatan persis,
Taman Kuliner Pringwulung ada di Kanan Jalan (Utara jalan).
Ø Rute
Kedua dari arah Jalan Adi Sucipto.
- Dari pertigaan UIN, Ke kanan (ke timur)
arah Amplaz.
- Trus Sebelum Amplaz ada Pertigaan
, belok kiri (ke utara) tepat nya jalan Nologaten.
- Ikutin aja jalan Nologaten lurus
sampe sebelum selokan mataram ada pertigaan, ambil kiri (ke barat).
- Nah, kalo dari sini, Taman
Kuliner Pringwuling setelah jembatan persis.
Selamat ber wisata kuliner.. .!!!
\(^o^)/
Langganan:
Postingan (Atom)



